Selasa, 15 Mei 2018

BALADA YOYUN (3)


#pentigraf_lepas
BALADA YOYUN (3)
Tranding Topic Yoyun
Oleh 
Camelia Septiyati Koto

Beberapa hari ini kuperhatikan Yoyun menjadi tranding topic pada beranda facebookku. Ada rasa penasaran dalam diriku kenapa itu bisa terjadi. Akhirnya aku perhatikan beberapa hari ini setiap berita tentang Yoyun yang mampir dalam beranda facebookku. "Oh ternyata ini yang membuat Yoyun ramai diperbincangkan dalam beberapa hari ini oleh teman-temanku," ucapkku pada sahabatku, "Kamu tidak ikut bersama yang lain membicarakan Yoyun." Aku hanya tersenyum dan berkata cukuplah yang lain saja aku memperhatikan saja dari beranda facebookku saja.

Pantas saja Yoyun menjadi perbicangan karna ia memiliki karakter yang unik. Dan sepertinya ia menikmati candaan dan guyonan teman-teman, dan tidak marah. Pastinya ia memiliki pribadi yang sedikit lembut dan pemaaf sehingga selalu tetap tersenyum.

"Oh Tuhan segera pertemukan Yoyun dengan pujaan hatinya, agar ia dapat berbahagia." Sahabatku hanya tersenyum saat aku ucapkan kata itu."Jangan beri tahu Yoyun ya kalau aku yang tulis ini." Ada rasa gemas dalam hatiku untuk Yoyun, karna mengingatkan aku akan sahabatku dulu. Dan kami akan selalu tertawa jika sedang berbincang-bincang dengan sahabatku itu. Sayangnya persahabatan itu harus putus karena ia naksir aku. Nah, takutnya terulang lagi kalau aku dekat Yoyun. Habis pacarnya di mana-mana. Padahal aku cemburuan.
Kampung Sawah, 2 April 2018

BALADA YOYUN (2)

#pentigraf_lepas
BALADA YOYUN (2)
*Warung Ayu
Oleh Budi Hantara
 
Senja kian memerah. Rinai gerimis yang jatuh menghantam atap warung kopi terdengar berisik. Seorang pemuda ganteng bertubuh tampan tampak gelisah. Dipandangi sesaat asap yang menari meliuk-liuk di atas secangkir kopi. Seteguk kopi hangat menjalar ke seluruh jiwanya. Matanya yang semula lelah menahan rasa kantuk menjadi berbinar. Ditatapnya janda muda pemilik Warung Ayu itu. Warung Ayu adalah sebutan angkringan khas di kota Ngawi. Kebetulan Yoyun sedang berkunjung ke kota Ngawi. Dia mencari Budi sahabatnya.

Yoyun agak tersipu ketika tatapan mata nakalnya membentur wajah cantik yang kebetulan sedang meliriknya. Perempuan itu rupanya bukan perempuan biasa. Senyumnya tampak menggoda. Yoyun berusaha menenangkan gejolak jiwanya yang meronta. "Aku tak boleh jatuh cinta. Aku harus ingat pesan Mery. Tak boleh menjadi playboy." Rinai gerimis masih setia menemani Yoyun yang dilanda resah di Warung Ayu. Tanpa terasa secangkir kopi dan dua potong pisang goreng telah mengisi perutnya. Sebelum meninggalkan warung itu, Yoyun mendekati pemilik warung dan bertanya; "Tahu alamat ini Mbak?" Yoyun menunjukkan alamat Budi, sahabatnya yang tinggal di Ngawi.

Yoyun mengeluh dalam hati. Jawaban pemilik warung itu tak meyakinkan. Dia menggerutu. "Ah sial. Punya sahabat tidak terkenal bikin susah. Alamatnya sulit dicari. Katanya penggemar kopi tapi orang-orang di warung kopi tak ada yang mengenalnya." Yoyun mengomel dalam hati. Dasar nasib sial. Baru saja hendak meninggalkan warung, kepalanya terbentur pintu. Dia hampir mengumpat dan mengucapkan sumpah serapah. Tapi cepat disadarinya. Otaknya pun malah menjadi normal. Dia tiba-tiba ingat bahwa nomer Budi tersimpan di gawainya. "Kenapa aku tak menghubungi Budi dari tadi ya? Semoga Mery tak mengetahui pengalaman konyolku ini. Bisa jatuh reputasiku."

Ngawi, 01-04-2018
Budi Hantara

BALADA YOYUN (1)


#pentigraf_lepas
BALADA YOYUN (1)
*Kopi Pahit
Oleh Merry Srifatmadewi



Di pojok sebuah cafe aku menunggu pesanan makananku untuk menemani secangkir kopi. Kubuka buku "Surga Untuk Pohon Ulin." "Sendiri? Boleh aku duduk di sini?" tanyamu. Aku mengangguk dan mempersilakan. Dan kamu memperkenalkan diri, Yosep.

Yosep sangat ramah, pandai mengambil hati, wawasannya luas, pengetahuannya sangat oke melampaui teman-temanku yang berpendidikan sarjana padahal hanya lulusan SMA. Aku mendengar dengan seksama. Sesekali cemilanku diambil Yosep. Lima jam sudah berlalu Yosep bercerita tanpa jeda. "Mau pesan minuman?" tanyaku. Yosep menganggukkan kepala dan aku memesankan pilihannya.

Aku berdiri di antrian dan melihat Yosep tersenyum manis padaku sambil mencomot cemilanku. Kubayar semua tagihan makanan dan minumannya. Dengan senang hati Yosep menerima minuman pesanannya dari tanganku dan aku pergi mengambil buku yang tertinggal di meja serta meninggalkannya tanpa permisi.

Bandung, 30 Maret 2018
#pentigrafSF

Rabu, 21 Januari 2009

Negeri di Awan

Negeri di Awan - Katon Bagaskara


Di bayang wajahmu
kutemukan kasih dan hidup
yang lama lelah aku cari
di masa lalu
*
Kau datang padaku
kau tawarkan hati nan lugu
selalu mencoba mengerti
hasrat dalam diri
*
Kau mainkan untukku
sebuah lagu
tentang neg'ri di awan
di mana kedamaian menjadi istananya
dan kini tengah kau bawa
aku menuju kesana oh.. hoo
*
Ternyata hatimu
penuh dengan bahasa kasih
yang terungkapkan dengan pasti
dalam suka dan sedih

Demi Cinta

Anang & Krisdayanti - Demi Cinta

Demi Cinta - Anang dan Krisdayanti
kumiliki kamu untuk bahagia
kuhidup denganmu bukan untuk sesaat
itulah ikrar berdua
saling memberi saling menerima
saling mengerti dan saling menjaga
biar tak ada luka

ooh cinta

reff:
seharusnya saling jujur bicara demi cinta
seharusnya kau dan aku percaya satu cinta
untuk selamanya
diberi bahagia rasakan berdua
diberi luka nikmati bersama
indah saling mencinta

ooh cinta

repeat reff

sehati sejiwa kita berdua
selalu bercinta selamanya

ooh selamanya

repeat reff

download MP3 Anang & Krisdayanti - Demi Cinta.

Senin, 20 Oktober 2008

Ikhlas

Ini cerita tentang Anisa, seorang gadis kecil yang ceria berusia lima tahun. Pada suatu sore, Anisa menemani Ibunya berbelanja di suatu supermarket. Ketika sedang menunggu giliran membayar, Anisa melihat sebentuk kalung mutiara mungil berwarna putih berkilauan, tergantung dalam sebuah kotak berwarna pink yang sangat cantik. Kalung itu nampak begitu indah, sehingga Anisa sangat ingin memilikinya.

Tapi... Dia tahu, pasti Ibunya akan berkeberatan. Seperti biasanya, sebelum berangkat ke supermarket dia sudah berjanji: Tidak akan meminta apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli. Dan tadi Ibunya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki ber-renda yang cantik. Namun karena kalung itu sangat indah, diberanikannya bertanya :

"Ibu, bolehkah Anisa memiliki kalung ini? Ibu boleh kembalikan kaos kaki yang tadi... "
Sang Bunda segera mengambil kotak kalung dari tangan Anisa. Dibaliknya tertera harga Rp 15,000. Dilihatnya mata Anisa yang memandangnya dengan penuh harap dan cemas. Sebenarnya dia bisa saja langsung membelikan kalung itu, namun ia tak mau bersikap tidak konsisten...
"Oke ... Anisa, kamu boleh memiliki kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yang kau pilih tadi. Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari kaos kaki itu, Ibu akan potong uang tabunganmu untuk minggu depan. Setuju ?"
Anisa mengangguk lega, dan segera berlari riang mengembalikan kaos kaki ke raknya."Terimakasih..., Ibu".

Anisa sangat menyukai dan menyayangi kalung mutiaranya. Menurutnya, kalung itu membuatnya nampak cantik dan dewasa. Dia merasa secantik Ibunya. Kalung itu tak pernah lepas dari lehernya, bahkan ketika tidur. Kalung itu hanya dilepasnya jika dia mandi atau berenang. Sebab, kata ibunya, jika basah, kalung itu akan rusak, dan membuat lehernya menjadi hijau...

Setiap malam sebelum tidur, Ayah Anisa akan membacakan cerita pengantar tidur. Pada suatu malam, ketika selesai membacakan sebuah cerita, Ayah bertanya
"Anisa..., Anisa sayang ngga sama Ayah?"
"Tentu dong... Ayah pasti tahu kalau Anisa sayang Ayah!"
"Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu..."
"Yah..., jangan dong Ayah! Ayah boleh ambil "si Ratu" boneka kuda dari nenek... Itu kesayanganku juga"
"Ya sudahlah sayang,... ngga apa-apa!". Ayah mencium pipi Anisa sebelum keluar dari kamar Anisa.

Kira-kira seminggu berikutnya, setelah selesai membacakan cerita, Ayah bertanya lagi,
"Anisa..., Anisa sayang nggak sih, sama Ayah?"
"Ayah, Ayah tahu bukan kalau Anisa sayang sekali pada Ayah?".
"Kalau begitu, berikan pada Ayah kalung mutiaramu."
"Jangan Ayah... Tapi kalau Ayah mau, Ayah boleh ambil boneka Barbie ini.." Kata Anisa seraya menyerahkan boneka Barbie yang selalu menemaninya bermain. Beberapa malam kemudian, ketika Ayah masuk kekamarnya, Anisa sedang duduk diatas tempat tidurnya.

Ketika didekati, Anisa rupanya sedang menangis diam-diam. Kedua tangannya tergenggam di atas pangkuan. Dari matanya, mengalir bulir-bulir air mata membasahi pipinya...
"Ada apa Anisa, kenapa Anisa?" Tanpa berucap sepatah pun, Anisa membuka tangannya. Di dalamnya melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya

"Kalau Ayah mau... ambillah kalung Anisa" Ayah tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan mungil Anisa.

Kalung itu dimasukkan ke dalam kantong celana. Dan dari kantong yang satunya, dikeluarkan sebentuk kalung mutiara putih... sama cantiknya dengan kalung yang sangat disayangi Anisa...

"Anisa... ini untuk Anisa. Sama bukan? Memang begitu nampaknya, tapi kalung ini tidak akan membuat lehermu menjadi hijau" Ya..., ternyata Ayah memberikan kalung mutiara asli untuk menggantikan kalung mutiara imitasi Anisa.

Demikian pula halnya dengan ALLAH. Terkadang Dia meminta sesuatu dari kita, karena Dia berkenan untuk menggantikannya dengan yang lebih baik. Namun, kadang-kadang kita seperti atau bahkan lebih naif dari Anisa: Menggenggam erat sesuatu yang kita anggap amat berharga,dan oleh karenanya tidak ikhlas bila harus kehilangan.. . baik itu berupa barang/harta ataupun orang yang kita kasihi.

Untuk itulah perlunya sikap ikhlas, karena kita HARUS yakin tidak akan ALLAH mengambil sesuatu dari kita jika tidak akan menggantinya dengan yang lebih baik.

Kamis, 16 Oktober 2008

Bapa Surgawi

Terima Kasih untuk semua anugerah-Mu dalam kehidupanku
Terima kasih untuk kasih-Mu yang tanpa batas bagiku,
keluargaku dan orang orang di sekitarku.
Terima Kasih menjadikan aku sebagai alasan Engkau memberkati lingkunganku,
pekerjaanku dan komunitasku.

Semua kutukan nenek moyangku, kedua orangtuaku, keluargaku dan aku sendiri, aku patahkan dalam KUASAMU.
Segala sakit penyakit dalam tubuhku dan keluargaku telah ENGKAU sembuhkan oleh bilur bilur-Mu.
Tahirkan lidah, mulut dan bibirku sehingga hanya kata kata berkat dan Firman-Mu saja yang bisa aku katakan
Tahirkan mataku sehingga hanya hal hal yang daripadaMu saja yang aku lihat, untuk pertumbuhan imanku
Tahirkan telingaku sehingga hanya kebenaranMu yang aku dengar dan perdengarkan

Berkatilah aku, pasangan hidupku, anak-anakku, semua keluargaku, rumahku, pekerjaanku serta teman-temanku.
Jadikanlah kami perpanjangan hati dan tanganMU.
Terima Kasih Bapa untuk semuanya

Dalam nama TUHAN YESUS aku berdoa.
AMIN....