Jumat, 14 Juni 2019

Yoyun Comes Back (50)

#pentigraf_lepas
Yoyun Comes Back (50)
KEJUTAN
Agustinus Warsito

Hari ini hati Yoyun gembira. Dia menyiapkan segala perbekalan untuk acara rekreasinya bersama beberapa teman kantor. Rencananya berangkat nanti sore sepulang kerja. Pulau Dewata Bali adalah destinasi wisata mereka. Hati Yoyun tambah gembira karena Ratih, teman sekantornya, gadis cantik yang susah ditaklukannya itu ikut serta. Setelah menempuh beberapa jam perjalanan sampailah mereka di pulau Bali. Perjalanan selanjutnya menuju dahulu ke tempat penginapan yang telah mereka pesan sebelumnya.

Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah Pantai Kuta. Yoyun berjalan-jalan di pinggir pantai menikmati pemandangan. Banyak wisatawan mancanegara memanjakan diri untuk berjemur. Yoyun pun tak mau kalah. Direbahkannya tubuhnya dengan nyaman, merasakan semilirnya angin sambil menikmati indahnya deburan ombak pantai. Tak lama kemudian teman-temannya mengajaknya untuk bermain bola pantai dan foto-foto bersama. Ia bergembira. Tetapi ada yang membuat hatinya gundah gulana. Teman-temannya lupa bahwa hari ini adalah hari ulang tahun kelahirannya

Malam hari Yoyun berdiri di balkon lantai tiga penginapan itu. Tangannya memegang pagar balkon dan pikirannya menerawang jauh ke depan. Sejenak ia menyadari bahwa ulang tahun adalah saat yang tepat baginya untuk menyendiri. Merenungkan dirinya sendiri, melihat masa lalu dan mengambil semangat untuk masa depan. Tiba-tiba suara merdu memotong permenungannya. Yoyun menoleh, dilihatnya Ratih, gadis yang dia sukai, membawa kue ulang tahun bertuliskan namanya berikut lilin yang menyala. Dan dibelakang gadis itu, muncul semua teman kantornya. "Selamat ulang tahun,Yoyun! Make a wish dan tiup lilinnya ya...," seru mereka kompak. Yoyun terdiam sejenak, matanya yang basah oleh air mata mengerjap lalu memejam untuk berdoa. Ada haru menyeruak, kemudian ditiupnya lilin ulang tahunnya. Tepuk tangan membahana di sekeliling ruangan, dan tanpa ia sangka-sangka, Ratih mendaratkan ciuman hangat di pipi kanan Yoyun. Wajahnya merona segar.


#yoyuncomesback
#edisiultahyoyun


Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo, Siu Hong-Irene Tan, Maria Miguel


Catatan:
• Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
• Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
• Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
• Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
• Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
• Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/
Salam Literasi

Kamis, 13 Juni 2019

Yoyun Comes Back (49)

#pentigraf_lepas
Yoyun Comes Back (49)
YOYUNKU
Genoveva Dian

Dinginnya udara di luar gedung rumah sakit begitu menusuk. Kurapatkan jas dokter yang menempel di tubuhku. Aku berjalan gontai mencari tempat makan yang masih buka di jam larut ini. Tak ada yang istimewa meskipun hari ini adalah hari ulangtahunku. Terutama semenjak Ibu meninggal. Angkringan sederhana yang menjadi langganan makanku itu masih buka. Sang pemilik menyapaku dengan ramah, rupanya dia sudah hafal denganku.

Kulihat seorang laki-laki, kira-kira seumuran denganku, sedang duduk dengan satu kaki terangkat. Tanpa sungkan ia memakan lahap makanan di piring itu. Ia seorang gelandangan yang selalu menjadi langganan di sini juga. Kusapa dengan ramah dan sopan, mengajaknya berbicara. Kali ini tak kusangka,ia bercerita banyak tentang masa lalunya, terutama orang tuanya. Cairan bening di pelupuk mataku tak terbendung lagi tatkala mendengar bagaimana pria itu harus berpisah dengan kedua orang tuanya dan menjalani kehidupan pahit ini sendirian. Ternyata aku masih lebih beruntung dibandingkan dirinya.

“Ya begitulah hidup. Aku ingin sepertimu, Bu dokter,” katanya sembari mengelus tengkuknya dengan jemari tangan yang kotor terkena sambal terasi. Aku terperangah tatkala melihat sebuah tanda lahir berupa tompel hitam bulat di bawah telinganya. Aku ingat pesan Ibu sebelum meninggal untuk mencari lelaki muda dengan tanda lahir seperti itu. Apakah lelaki yang seperti ini, yang akan Ibu jodohkan denganku? Lelaki kumal ini? Yang benar saja, Bu. Aku bertanya apakah dia memiliki KTP, dia mengangguk lalu merogoh kantong celana kusamnya. Dikeluarkannya KTP dari sebuah kantong plastik lalu disodorkannya padaku. Dan betapa terkejutnya aku melihat tanggal lahir yang sama persis denganku. Teka-teki yang diberikan almarhumah ibu terkuak sudah. Lelaki gelandangan itu ternyata adalah Yoyun, kembaranku yang hilang selama dua puluh tahun karena diculik. Aku berhambur memeluknya penuh haru. Dalam hati aku berjanji akan meniup lilin ulangtahun bersama dengan Yoyun, hari ini dan untuk tahun-tahun berikutnya.

#yoyuncomesback
#edisiultahyoyun

Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo, Siu Hong-Irene Tan, Maria Miguel

Catatan:
• Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
• Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
• Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
• Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
• Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
• Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/

Salam Literasi

Yoyun Comes Back (48)

#pentigraf_lepas
Yoyun Comes Back (48)
KEJUTAN UNTUK YOYUN
Theresia

Wahyu memimpin rapat kecil di pojok kantin kantor. Mak Inah, si penjaga kantin sudah menyiapkan tempat itu dan menu makan siang yang dipesan Wahyu sejak pagi. Wahyu senang sekali dengan kerja cerdas Mak Inah, karena tempat ini cukup privasi untuk berunding dengan empat orang temannya.

Wahyu, Agus, Jenny, Dian dan Merry sudah siap dengan tugasnya masing-masing. Wahyu puas dengan hasil kerja teman-temannya ini, mereka memang cekatan. Wahyu berharap rencana yang disusun dapat berjalan dengan sukses.

Yoyun terkejut saat memasuki pintu lobby kantornya, semua staf yang disapa memberikan sekuntum bunga mawar dan dengan cepat kembali tenggelam ke pekerjaannya. Yoyun terus melangkah masuk dengan wajah kebingungan. Yoyun membuka pintu ruangannya perlahan dan tiba-tiba wajahnya membentur sebuah balon besar. Belum habis rasa terkejutnya, sebuah sinar lilin dari tumpukan donat warna-warni muncul disertai teriakan keras, "Surprise!! Selamat ulang tahun Pak Yoyun!"

#yoyuncomesback
#edisiultahyoyun

Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo, Siu Hong-Irene Tan, Maria Miguel

Catatan:
• Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
• Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
• Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
• Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
• Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
• Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/

Salam Literasi

Yoyun Comes Back (47)


#pentigraf_lepas
Yoyun Comes Back (47)
PESTA ULTAH YOYUN
Agust Wahyu

Semua rasa berkumpul jadi satu di kepala Yoyun ketika keegoisan, amarah, kesal, dan rasa suka menerpa. Dia sendiri tak mengerti mengapa tiba-tiba dia merasa panik. Apa mungkin karena pesan singkat yang masuk di gawainya tadi pagi dari Stella, “Siap-siap traktir di ulang tahunmu ya.” Yoyun mencoba menenangkan pikirannya tapi hingga tengah malam malah pusingnya menjadi-jadi. Padahal obat sakit kepala sudah ditelannya dua butir. Bagaimana tidak stres? THR-nya sudah ludes buat traktir “cem-ceman”-nya. Namun akhirnya dia mampu tertidur setelah sebersit rencana menerangi hatinya tentang langkah yang akan dilakukan pada saat ultahnya.

“Selamat ulang tahun, Yun, ” serombongan bidadari memenuhi rumah Yoyun di Tegal. Emaknya sempat kaget, tapi ada sepercik asa dan bahagia. Semoga jodoh anaknya ada di antara mereka. Diperhatikan gadis-gadis cantik itu satu per satu. Emaknya langsung bilang sambil berbisik, “Emak tresno karo sing Londo.” Maksudnya emaknya senang sama yang seperti Belanda sambil memberi aba-aba ke arah Stella. Yoyun cuma tersenyum. Selain itu ada Miguel, Jenny, Dian, Galuh, Nita, Nunik, Siauw Yen, Merry, dan Theresia. Yoyun langsung menggiring mereka ke Warung Bu Anny yang baru-baru ini viral karena mahalnya. Kebetulan warung itu tak jauh dari rumah tinggal Yoyun. Mereka saling berpandang-pandangan, merinding melihat daftar harga di warung tersebut. Kasihan bila Yoyun harus bayar begitu banyak untuk pesta ultahnya. Dan akhirnya mereka berencana untuk iuran membantu Yoyun.

“Teman-teman, selain saya, hari ini juga merayakan ulang tahun teman kita, Genoveva Dian dan Galuh Purwanintyas.” Merasa namanya disebut, kedua gadis manis itu terpaksa membuka dompetnya dan menambah iuran lebih banyak lagi. Selama acara mereka berusaha menikmati dengan penuh senyum walau hatinya kecut. Pada acara makan-makan, mereka semua juga memesan makanan termurah dan minum teh tawar, padahal Tegal terkenal dengan Teh Poci Nasgitel. Setelah makan ala kadarnya dan foto-foto bersama, mereka lantas mengunggahnya di media sosial. Lalu mereka pun pulang dengan membawa perasaan masing-masing. Yoyun juga pulang dengan bersiul-siul riang, terutama setelah berjumpa dengan Bu Anny pemilik warung. Bagaimana tidak riang, Yoyun dibebaskan dari biaya ulang tahunnya asalkan dapat memviralkan kalau Warung Bu Anny sekarang jadi warung yang enak dan murah. Yoyun juga mengelus-elus dompetnya yang makin tebal sumbangan teman-temannya, terutama Genoveva Dian dan Galuh Purwaningdyah.

#yoyuncomesback
#edisiultahyoyun

Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo, Siu Hong-Irene Tan, Maria Miguel

Catatan:
• Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
• Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
• Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
• Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
• Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
• Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/

Salam Literasi

Yoyun Comes Back (46)

#pentigraf_lepas
Yoyun Comes Back (46)
CINTA LAMA BELUM TUNTAS
Maria Miguel

Malam ini Yoyun tak mampu memejamkan matanya. Dia masih kaget dan nyaris syok saat mendengar kabar akan ditugaskan ke luar kota dalam waktu yang lama. Antara senang dan sedih. Senangnya karena tentu saja gajinya akan bertambah naik beserta jabatannya. Sedihnya karena kota baru tempatnya bertugas adalah kota yang meninggalkan kenangan indah sekaligus sedih sepuluh tahun yang lalu. Selama ini Yoyun dikenal sebagai karyawan yang berdedikasi tinggi, ke mana pun dia ditugaskan selalu dia terima dengan lapang dada. Tapi tidak untuk kali ini, Yoyun merasa belum siap kembali ke kota itu, kota di mana dia dan Stella memulai dan mengakhiri kisah cintanya.

Setelah tiga hari berpikir, akhirnya Yoyun menyetujui keputusan atasannya untuk menugaskan dia ke Kota Pempek. Yoyun berpikiran positif bahwa tidak mungkin dia akan bertemu kembali dengan Stella, mantan pacarnya. Bisa jadi Stella juga sudah menikah dan mempunyai anak. Yoyun tertawa sendiri saat membayangkan bentuk tubuh Stella yang berubah setelah menikah. Pasti Stella sekarang bentuk tubuhnya tidak seindah dulu, dan aku juga tidak akan tertarik lagi dengannya, kalau pun nanti bertemu, pikir Yoyun dalam hati.

Satu jam setelah tiba di Palembang, Yoyun langsung menuju ke kedai pempek yang dulu sering dia datangi bersama Stella. Yoyun merasa seperti tenggorokannya tercekik pempek saat dia melihat sosok wanita seksi dengan rok denim mini dan atasan satin tipis merah berdiri di hadapannya. "Mas Yoyun, apa kabar? Selamat ulang tahun ya…,” Stella langsung memeluk dan menciumnya saat Yoyun masih terpana. Stella lalu menjelaskan kalau atasan Yoyun adalah kakak kandungnya. Selama ini Stella meninggalkan Yoyun bukan karena dia tidak mencintainya, tapi karena Stella tidak ingin Yoyun mencintainya hanya karena dia anak orang kaya. Dan kakak Stella berjanji akan mengembalikan Yoyun padanya setelah Yoyun sukses.
Dan Stella sengaja menemui Yoyun di kedai itu demi membawa kembali Yoyun ke pelukannya atas bantuan kakaknya. Yoyun merasa dapat hadiah istimewa di ulang tahunnya. Baginya Palembang adalah kota termanis dalam hidupnya.

#yoyuncomesback
#edisiultahyoyun

Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo, Siu Hong-Irene Tan, Maria Miguel

Catatan:
• Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
• Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
• Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
• Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
• Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
• Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/

Salam Literasi

Yoyun Comes Back (45)

#pentigraf_lepas
Yoyun Comes Back (45)
PELESIR KE KOREA
Siu Hong (Irene Tan)

Mimpi Yoyun mengunjungi Korea akhirnya terwujud. Target penjualan tahun ini tercapai. Yoyun mendapatkan bonus pelesir dari perusahaan tepat saat ulang tahunnya. Kerja keras yang tak sia-sia gumamnya dalam hati. Dengan rasa bangga dan bahagia, dibaca berulang kali dua lembar tiket di meja. Terlaksana sudah cita-cita lama mengajak emak pergi ke luar negri. Air mata haru menitik perlahan dari ujung mata Yoyun.

Menjelang keberangkatan ke Korea, Yoyun mempersiapkan segala sesuatu dengan cermat. Maklum ini adalah kali pertama Yoyun pelesir ke negri ginseng. Untuk sementara dia harus mengesampingkan sifat pelit yang sudah mendarah-daging. Celengan ayam sebesar galon air mineral, jerih payah bertahun-tahun, terpaksa dipecahkan. Yoyun membeli beberapa setelan baju dan sepatu baru. Niatnya sudah bulat untuk menyempatkan diri bertemu dengan seorang sahabat medsos dari Korea. Ahjumma Byeon Shin Hye, berparas cantik dan menarik. Bak pinang dibelah dua dengan cinta pertama Yoyun. Wajah yang diam-diam sering menjadi bunga tidurnya.

Hari keberangkatan tiba. Tiga buah koper besar sudah siap menemani perjalanan Yoyun dan emak. Membayangkan bisa foto berdua dengan Shin Hye di pulau Jeju membuat hatinya sangat bersemangat. "Yoyuuuuuun, mengapa bekal ikan asin belum dimasukkan koper?" teriakan emak membuyarkan lamunan. Dengan sigap Yoyun melompati kursi kecil di depannya, meraih ikan asin yang disodorkan emak. Tiba-tiba keseimbangan tubuhnya hilang. Braaaaak, terdengar suara keras. Tubuh Yoyun membentur lantai. Dengan panik, Yoyun bangun memegang pipinya yang terasa sakit. Sepuluh bantal hati berwarna pink tampak berserakan memenuhi kamar. Terbang sudah mimpi siangnya, pelesir ke Korea bertemu ajuhmma kesayangan. Yoyun tertunduk lemas.

#yoyuncomesback
#edisiultahyoyun

Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo, Siu Hong (Irene Tan)

Catatan:
• Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
• Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
• Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
• Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
• Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
• Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/

Salam Literasi

Rabu, 12 Juni 2019

Yoyun Comes Back (44)

#pentigraf_lepas
Yoyun Comes Back (44)
MEMETIK JAMBU
Galuh Purwaningdiyah

Siang itu, Yoyun didatangi beberapa teman bermainnya. Mereka mengajak Yoyun untuk memetik jambu air di ladang. Membayangkan segarnya jambu air di siang yang panas, Yoyun pun segera berangkat mengikuti teman-temannya. Mereka menuju ke sebuah ladang yang cukup luas di pinggiran kampung, tak jauh dari SD tempat Yoyun dan teman-temannya bersekolah.

"Yoyun, kamu yang naik ya," kata Tomo, yang biasanya mengepalai kelompok teman bermain Yoyun. Tanpa bisa menolak, Yoyun segera memanjat. Dengan lincah dia merayap dari dahan ke dahan sambil menjatuhkan jambu yang dipetiknya untuk ditangkap teman-temannya. Sedang asyik-asyiknya memetik jambu, tiba-tiba teman-temannya berlari kocar-kacir. Ternyata Pak Agus, pemiliknya datang. Yoyun tertinggal di atas pohon tanpa bisa berbuat apa-apa. Ia terdiam sambil berusaha menyembunyikan dirinya di balik daun-daun jambu. Mudah-mudahan pak Agus tidak melihatku, batin Yoyun berharap sambil ketakutan. Pak Agus, pemilik ladang yang juga adalah guru Yoyun dan teman-temannya itu, datang mencabuti rumput di sekitar pohon jambu tempat Yoyun bersembunyi. Yoyun merasa Pak Agus menyadari keberadaannya tapi pura-pura tidak tahu. Yoyun makin gelisah apalagi semut rangrang juga mulai merayapi tubuhnya.

"Pak Agus, saya minta jambu," akhirnya kata Yoyun dari atas pohon jambu. Jawaban pak Agus membuat Yoyun makin tak enak hati. Yoyun dipersilakan memetik jambu sesuka hati. Tapi nada suara pak Agus menunjukkan bahwa beliau sudah tahu keberadaan Yoyun di atas pohon sejak tadi. Perlahan Yoyun meluncur turun dari atas pohon jambu, kemudian berdiri tertunduk di depan Pak Agus yang kemudian menatap Yoyun dengan pandangan menyelidik. Tiba-tiba telinganya terasa panas. Jari pak Agus menjewer telinga kirinya dan sedikit memutarnya. Pak Agus menegur agar tidak mencuri lagi dan meminta izin sebelum memetik jambu. Yoyun hanya bisa mengangguk sambil meringis menahan rasa panas di telinganya. Hukuman belum selesai. Pak Agus menyuruh Yoyun membantu mencabuti rumput. Yoyun tidak berani membantah, takut perbuatannya dilaporkan pada emaknya. Emak pasti akan menambahkan cubitannya yang super pedas ke perut Yoyun. Bukan segarnya jambu air, malah pedasnya cubitan yang didapat, gerutu Yoyun dalam hati.

#yoyuncomesback

Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo

Catatan:
  • Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
  • Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
  • Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
  • Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
  • Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
  • Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/

Salam Literasi