#pentigraf_lepas
Yoyun Comes Back (57)
ULANG TAHUN BERSAMA TANTE NYINYIR
Jenny Seputro
Di desa Yoyun ada seorang wanita setengah baya bernama tante Lisa. Nama bekennya tante Nyinyir karena sifatnya yang judes dan kikir. Tidak ada seorang pun yang cocok dengannya kecuali Yoyun. Sebenarnya Yoyun juga terpaksa. Berhubung pengangguran, Yoyun membutuhkan upah minimal yang diberikan tante Nyinyir untuk kerja serabutan di rumahnya. Mengurus kebun, menambal genting bocor, mencuci mobil, menguras kamar mandi, atau jadi kuli angkut barang-barang belanjaan sepasar. Seperti hari ini, tante Nyinyir minta Yoyun menemaninya belanja ke mal. Sepertinya dia mau memborong lagi. Padahal hari ini Yoyun berulang tahun. Sedihnya, semua teman-temannya sibuk bekerja. Daripada manyun sendirian, Yoyun terpaksa mengiyakan permintaan tante Nyinyir.
Tak disangka tante Nyinyir ingat itu hari ulang tahun Yoyun. Yoyun sudah semangat ditraktir ketika ternyata tante mengajaknya sarapan ke warung bubur Bang Ali. Setelah itu mereka mulai menjelajahi toko demi toko. Gibran, putra tunggal tante yang ada di perantauan, punya potongan tubuh yang hampir sama dengan Yoyun. Karena itulah tante menjadikan Yoyun modelnya hari itu. Yoyun disuruh mencoba berbagai kemeja mahal dan celana jins untuk dipilihnya. Yoyun menatap bayangannya di cermin sambil membatin, kapan dia bisa pakai baju keren dan mewah seperti ini. Tante juga memborong berbagai makanan khas daerah dari pusat kuliner tradisional. Jajanan seperti bika ambon Medan, ikan sepat goreng khas Banjarmasin, wingko babat Semarang, dan banyak lagi yang membuat Yoyun menelan air liur. Kalau Gibran mau pulang, persiapannya luar biasa sekali. Yoyun mulai terseok-seok membawa lima buah kantong besar belanjaan.
Namun di luar dugaan Yoyun, tante Nyinyir mengajaknya makan siang di sebuah restoran mewah. Yoyun boleh memilih menunya sendiri. Yoyun memanfaatkan kesempatan itu untuk makan hidangan yang mahal-mahal. Tak lupa asinan bogor yang sudah diidamkannya sejak lama. Setelah itu tante juga memberinya uang, tiga kali lipat upah biasanya. Katanya untuk menraktir teman-teman di hari ulang tahunnya. Tak hanya itu, semua belanjaan hari itu ternyata bukan untuk Gibran, melainkan sebagai hadiah untuk Yoyun. Rupanya tante merasa Yoyun begitu baik padanya dan sudah dianggap seperti anaknya sendiri. Yoyun sangat terharu, ingin dipeluknya si tante kalau tidak ingat ini tempat umum. Sampai di rumah, Yoyun memutuskan untuk menyimpan saja uangnya tadi daripada menraktir teman-temannya. Toh dia sendiri sudah kenyang dengan menu mewah tadi. Dibongkarnya hadiahnya sambil senyum-senyum. Ini ulang tahunnya yang terindah bersama tante Nyinyir, eh, tante Lisa.
#yoyuncomesback
#edisiultahyoyun
Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo, Siu Hong-Irene Tan, Maria Miguel, Stella
Catatan:
• Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
• Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
• Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
• Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
• Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
• Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/
Salam Literasi
Sabtu, 15 Juni 2019
Yoyun Comes Back (56)
#pentigraf_lepas
Yoyun Comes Back (56)
ULANG TAHUN
Ken Agnibaya
Tak ada yang lebih mengenaskan bagi Yoyun selain hari ulang tahun. Bertambah usia berarti bertambah tekanan. Iya, orang tua, saudara, tetangga, bahkan tetangganya tetangga akan semakin berkasak-kusuk tentang dia. Yoyun, seorang pria cukup usia, jebolan Jakarta, berharta, hingga saat ini belum menyunting siapapun untuk dijadikan pendamping hidupnya. Yoyun duduk di tepi ranjang sambil memandangi layar gawainya.
Malam itu hujan turun begitu deras. Tak ada pelarian lain dari kesedihan Yoyun kecuali gawai itu. Ia membuka cerita teman-teman tentang dirinya di grup menulis di facebooknya. Ia selalu di bully dan dibuat lucu-lucuan. Namun, semua itu terasa indah saat ini. Yoyun yang selama ini merasa sendiri dan selalu tak beruntung ternyata mampu membuat mereka bercerita. Yoyun terus membaca dan membaca hingga ia tertidur.
Pagi harinya, Yoyun terbangun karena mendengar suara berisik di ruang tamu. Ada cengkerama dan tawa. Masih dengan mengantuk, Yoyun melangkah ke ruang tamu. Betapa terkejutnya ia mendapati teman-temannya; Agust, Jenny, Merry, There, Gen, Sylvia, Albertha, dan beberapa lainnya sudah menunggunya. Yoyun tercekat karena sangat terharu. Ia tak menyangka mereka akan datang ke desa kecil itu hanya untuk merayakan ulang tahunnya. Agust mengulurkan tangan ke arah Yoyun sambil memberikan kue ulang tahun bertuliskan "KAMI BAWAKAN JODOH UNTUKMU". Semua nampak gembira, sementara itu Yoyun berkaca-kaca. Derita sebagai jomblo sebentar lagi akan berakhir, dan itu karena teman-teman yang begitu memperhatikannya. Bersamaan dengan itu, Gen membawa masuk seorang gadis cantik yang dulu pernah singgah di hati Yoyun. Ia terkejut. Ia sangat mengenali gadis itu. Ria, gadis berjakun yang pernah membuatnya hampir hilang kesadaran. Belum sempat berpikir panjang, Ria menjabat tangan Yoyun sambil berbisik lembut, "Met ultah ya mas. Mas tenang aja... Aku udah operasi kok!”
#yoyuncomesback
#edisiultahyoyun
Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo, Siu Hong-Irene Tan, Maria Miguel
Catatan:
• Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
• Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
• Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
• Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
• Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
• Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/
Salam Literasi
Yoyun Comes Back (56)
ULANG TAHUN
Ken Agnibaya
Tak ada yang lebih mengenaskan bagi Yoyun selain hari ulang tahun. Bertambah usia berarti bertambah tekanan. Iya, orang tua, saudara, tetangga, bahkan tetangganya tetangga akan semakin berkasak-kusuk tentang dia. Yoyun, seorang pria cukup usia, jebolan Jakarta, berharta, hingga saat ini belum menyunting siapapun untuk dijadikan pendamping hidupnya. Yoyun duduk di tepi ranjang sambil memandangi layar gawainya.
Malam itu hujan turun begitu deras. Tak ada pelarian lain dari kesedihan Yoyun kecuali gawai itu. Ia membuka cerita teman-teman tentang dirinya di grup menulis di facebooknya. Ia selalu di bully dan dibuat lucu-lucuan. Namun, semua itu terasa indah saat ini. Yoyun yang selama ini merasa sendiri dan selalu tak beruntung ternyata mampu membuat mereka bercerita. Yoyun terus membaca dan membaca hingga ia tertidur.
Pagi harinya, Yoyun terbangun karena mendengar suara berisik di ruang tamu. Ada cengkerama dan tawa. Masih dengan mengantuk, Yoyun melangkah ke ruang tamu. Betapa terkejutnya ia mendapati teman-temannya; Agust, Jenny, Merry, There, Gen, Sylvia, Albertha, dan beberapa lainnya sudah menunggunya. Yoyun tercekat karena sangat terharu. Ia tak menyangka mereka akan datang ke desa kecil itu hanya untuk merayakan ulang tahunnya. Agust mengulurkan tangan ke arah Yoyun sambil memberikan kue ulang tahun bertuliskan "KAMI BAWAKAN JODOH UNTUKMU". Semua nampak gembira, sementara itu Yoyun berkaca-kaca. Derita sebagai jomblo sebentar lagi akan berakhir, dan itu karena teman-teman yang begitu memperhatikannya. Bersamaan dengan itu, Gen membawa masuk seorang gadis cantik yang dulu pernah singgah di hati Yoyun. Ia terkejut. Ia sangat mengenali gadis itu. Ria, gadis berjakun yang pernah membuatnya hampir hilang kesadaran. Belum sempat berpikir panjang, Ria menjabat tangan Yoyun sambil berbisik lembut, "Met ultah ya mas. Mas tenang aja... Aku udah operasi kok!”
#yoyuncomesback
#edisiultahyoyun
Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo, Siu Hong-Irene Tan, Maria Miguel
Catatan:
• Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
• Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
• Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
• Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
• Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
• Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/
Salam Literasi
Jumat, 14 Juni 2019
Yoyun Comes Back (55)
#pentigraf_lepas
Yoyun Comes Back (55)
KEJUTAN BAGI YOYUN
Bun Siaw Yen
Sepanjang hari ini hati Yoyun diwarnai mendung, padahal hari ini ulang tahunnya. Tapi sepertinya tak seorang pun yang mengingat hal itu. Malah sedari pagi, sang ibu sudah mengomelinya karena telat bangun. Setibanya kantor, Yoyun kembali diomeli, kali ini oleh manjernya karena laporan yang diminta belum juga selesai. Bahkan OB yang biasanya ramah dan sering menawarinya gorengan, tiba-tiba memasang wajah tak mengenakkan. Yoyun semakin sedih ketika sang manajer bilang ada kesalahan fatal yang telah dibuat oleh Yoyun. Setelah makan siang Yoyun harus segera membereskannya atau menerima SP 1. Tentu saja Yoyun panik bukan kepalang, hal itu yang paling dia takutkan. SP 1 berarti kinerjanya diragukan dan itu berpengaruh pada kenaikan gaji juga bonusnya.
Hati Yoyun makin kebat-kebit ketika bosnya ikut meneriakinya dengan wajah penuh amarah. “Yoyun, kamu temui klien yang sudah bikin saya pusing. Minta maaf dan bawa paket ini sebagai permintaan maaf.” Yoyun mengiyakan tanpa sanggup bersuara, hanya mengangguk yang mampu dilakukannya. Dengan berjalan lunglai, dibawanya paket yang diletakkan dalam kantong kertas bermotif batik. Sepanjang perjalanan ke tempat klien, hatinya sibuk merapalkan doa, memohon pertolonganNya. Begitu sampai di kantor klien itu, Yoyun menarik napas panjang. Jujur dia takut, kalau sampai klien besar ini menolak maafnya, bisa tamat kariernya. Tak hanya SP 1 yang akan diterima, tapi surat pemecatan. Yoyun tak sanggup membayangkannya, ibunya pasti akan memakinya sebagai anak tak berguna.
“Pak Yoyun? Mari ikut saya,” sapa seorang gadis berseragam dengan logo nama perusahaan klien di dadanya. Yoyun heran, karena gadis itu mengarahkannya ke restoran yang ada di sebelah kantornya. Dia disuruh menunggu di suatu ruangan kosong. Kepalanya makin dipenuhi banyak tanda tanya. Yoyun menunggu sekitar setengah jam, lalu seorang pelayan memintanya ikut ke ruangan lain. Dengan penuh kebingungan Yoyun mengikuti si pelayan dan dipersilakan memasuki ruangan yang dituju. Begitu pintu terbuka, tiba-tiba terdengar seruan meriah diiringi suara terompet bersahutan, ”Kejutan...!” Di dalam sudah ada sebagian karyawan kantor, manajer dan bosnya, bahkan ibunya ikut meniup terompet. Yoyun melongo melihat mereka semua, dia masih bingung. Setelah manajernya menjelaskan kalau semua yang terjadi hari itu adalah rekayasa, baru dia paham. Hatinya bahagia, ternyata ulang tahunnya masih diingat, bahkan paket yang katanya untuk klien adalah kado yang berisi gawai impiannya.
#yoyuncomesback
#edisiultahyoyun
Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo, Siu Hong-Irene Tan, Maria Miguel
Catatan:
• Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
• Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
• Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
• Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
• Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
• Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/
Salam Literasi
Yoyun Comes Back (55)
KEJUTAN BAGI YOYUN
Bun Siaw Yen
Sepanjang hari ini hati Yoyun diwarnai mendung, padahal hari ini ulang tahunnya. Tapi sepertinya tak seorang pun yang mengingat hal itu. Malah sedari pagi, sang ibu sudah mengomelinya karena telat bangun. Setibanya kantor, Yoyun kembali diomeli, kali ini oleh manjernya karena laporan yang diminta belum juga selesai. Bahkan OB yang biasanya ramah dan sering menawarinya gorengan, tiba-tiba memasang wajah tak mengenakkan. Yoyun semakin sedih ketika sang manajer bilang ada kesalahan fatal yang telah dibuat oleh Yoyun. Setelah makan siang Yoyun harus segera membereskannya atau menerima SP 1. Tentu saja Yoyun panik bukan kepalang, hal itu yang paling dia takutkan. SP 1 berarti kinerjanya diragukan dan itu berpengaruh pada kenaikan gaji juga bonusnya.
Hati Yoyun makin kebat-kebit ketika bosnya ikut meneriakinya dengan wajah penuh amarah. “Yoyun, kamu temui klien yang sudah bikin saya pusing. Minta maaf dan bawa paket ini sebagai permintaan maaf.” Yoyun mengiyakan tanpa sanggup bersuara, hanya mengangguk yang mampu dilakukannya. Dengan berjalan lunglai, dibawanya paket yang diletakkan dalam kantong kertas bermotif batik. Sepanjang perjalanan ke tempat klien, hatinya sibuk merapalkan doa, memohon pertolonganNya. Begitu sampai di kantor klien itu, Yoyun menarik napas panjang. Jujur dia takut, kalau sampai klien besar ini menolak maafnya, bisa tamat kariernya. Tak hanya SP 1 yang akan diterima, tapi surat pemecatan. Yoyun tak sanggup membayangkannya, ibunya pasti akan memakinya sebagai anak tak berguna.
“Pak Yoyun? Mari ikut saya,” sapa seorang gadis berseragam dengan logo nama perusahaan klien di dadanya. Yoyun heran, karena gadis itu mengarahkannya ke restoran yang ada di sebelah kantornya. Dia disuruh menunggu di suatu ruangan kosong. Kepalanya makin dipenuhi banyak tanda tanya. Yoyun menunggu sekitar setengah jam, lalu seorang pelayan memintanya ikut ke ruangan lain. Dengan penuh kebingungan Yoyun mengikuti si pelayan dan dipersilakan memasuki ruangan yang dituju. Begitu pintu terbuka, tiba-tiba terdengar seruan meriah diiringi suara terompet bersahutan, ”Kejutan...!” Di dalam sudah ada sebagian karyawan kantor, manajer dan bosnya, bahkan ibunya ikut meniup terompet. Yoyun melongo melihat mereka semua, dia masih bingung. Setelah manajernya menjelaskan kalau semua yang terjadi hari itu adalah rekayasa, baru dia paham. Hatinya bahagia, ternyata ulang tahunnya masih diingat, bahkan paket yang katanya untuk klien adalah kado yang berisi gawai impiannya.
#yoyuncomesback
#edisiultahyoyun
Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo, Siu Hong-Irene Tan, Maria Miguel
Catatan:
• Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
• Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
• Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
• Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
• Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
• Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/
Salam Literasi
Yoyun Comes Back (54)
#pentigraf_lepas
Yoyun Comes Back (54)
KADO TERINDAH
Budi Hantara
Angin senja berbisik menyapa dedaunan. Gemericik air pancuran di taman menciptakan suasana damai di hati. Yoyun tersenyum pada Flora yang masih bergayut manja di dadanya. Flora pun tersenyum manja menggoda. "Semoga kemesraan ini abadi." bisik gadis cantik itu. Hati Yoyun melonjak gembira. Cowok keren yang berkali-kali gagal menjalin cinta itu, berjanji dalam hati untuk segera meminang Flora. Ia tak mau gagal lagi.
Bagi Flora yang usianya sudah berkepala tiga sebenarnya juga ingin segera mengakhiri masa lajangnya. Bila selama ini kisah asmaranya putus nyambung, sebenarnya karena ingin menguji kesungguhan Yoyun. Maklumlah, Yuyun yang keren dan tajir itu sedikit mata keranjang. Bila melihat gadis cantik mudah tergoda. Flora sering dibuatnya cemburu. Apalagi pada saat pesta ulang tahunnya. Yoyun selalu mengundang gadis-gadis cantik, seolah ingin pamer bahwa dirinya penakluk wanita.
Biasanya jauh-jauh hari, ibunya sudah sibuk menyiapkan segala keperluan pesta ulang tahun Yoyun. Namun kali ini, ibunya pura-pura lupa. Yoyun merasa bahwa ibunya tidak peduli lagi padanya. Tiba-tiba Yoyun dikejutkan oleh suara ibunya. "Cepat mandi, kita segera berangkat!" Yoyun tak pernah membantah. Dia mengikuti kemauan ibunya. Sepanjang perjalanan Yoyun tak banyak bicara. Ketika memasuki halaman parkir balai pertemuan di dekat Bukit Cinta, hatinya berdesir. Segudang tanya membuncah di dada. Diam-diam ternyata ibunya telah menyiapkan kejutan. Flora tiba-tiba muncul dengan senyum memesona. "HBD My baby." Peluk cium mesra Flora membuat Yoyun bagai terbang ke surga.
Ngawi, 13 Juni 2019
#yoyuncomesback
#edisiultahyoyun
Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo, Siu Hong-Irene Tan, Maria Miguel
Catatan:
• Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
• Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
• Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
• Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
• Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
• Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/
Salam Literasi
Yoyun Comes Back (54)
KADO TERINDAH
Budi Hantara
Angin senja berbisik menyapa dedaunan. Gemericik air pancuran di taman menciptakan suasana damai di hati. Yoyun tersenyum pada Flora yang masih bergayut manja di dadanya. Flora pun tersenyum manja menggoda. "Semoga kemesraan ini abadi." bisik gadis cantik itu. Hati Yoyun melonjak gembira. Cowok keren yang berkali-kali gagal menjalin cinta itu, berjanji dalam hati untuk segera meminang Flora. Ia tak mau gagal lagi.
Bagi Flora yang usianya sudah berkepala tiga sebenarnya juga ingin segera mengakhiri masa lajangnya. Bila selama ini kisah asmaranya putus nyambung, sebenarnya karena ingin menguji kesungguhan Yoyun. Maklumlah, Yuyun yang keren dan tajir itu sedikit mata keranjang. Bila melihat gadis cantik mudah tergoda. Flora sering dibuatnya cemburu. Apalagi pada saat pesta ulang tahunnya. Yoyun selalu mengundang gadis-gadis cantik, seolah ingin pamer bahwa dirinya penakluk wanita.
Biasanya jauh-jauh hari, ibunya sudah sibuk menyiapkan segala keperluan pesta ulang tahun Yoyun. Namun kali ini, ibunya pura-pura lupa. Yoyun merasa bahwa ibunya tidak peduli lagi padanya. Tiba-tiba Yoyun dikejutkan oleh suara ibunya. "Cepat mandi, kita segera berangkat!" Yoyun tak pernah membantah. Dia mengikuti kemauan ibunya. Sepanjang perjalanan Yoyun tak banyak bicara. Ketika memasuki halaman parkir balai pertemuan di dekat Bukit Cinta, hatinya berdesir. Segudang tanya membuncah di dada. Diam-diam ternyata ibunya telah menyiapkan kejutan. Flora tiba-tiba muncul dengan senyum memesona. "HBD My baby." Peluk cium mesra Flora membuat Yoyun bagai terbang ke surga.
Ngawi, 13 Juni 2019
#yoyuncomesback
#edisiultahyoyun
Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo, Siu Hong-Irene Tan, Maria Miguel
Catatan:
• Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
• Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
• Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
• Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
• Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
• Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/
Salam Literasi
Yoyun Comes Back (53)
#pentigraf_lepas
Yoyun Comes Back (53)
RUMPU RAMPE
Albertha Tirta
Hari yang ditunggu-tunggu Yoyun akhirnya tiba. Hari yang selalu membahagiakan dan sangat istimewa dalam hidupnya. Teman-temannya semua menjadi baik dan penuh perhatian. Tidak ada satupun yang usil. Saat ia merayakan ulang tahun.
Kebiasaan merayakan hari ulang tahun, ia dapatkan setelah merantau ke ibu kota. Mamaknya hanya memperingati setiap hari weton. Yaitu putaran tiga puluh lima hari sejak kelahirannya. Dirayakan dengan sederhana. Nasi gudangan dan sebutir telur rebus menjadi menu andalan. Walau begitu, ia sudah sangat berbahagia. Semua dimaknai sebagai wujud kasih sayang orang tuanya.
Ada kebiasaan baik dari teman-temannya di tempat kerja. Mereka merayakan ulang tahun dengan masing-masing membawa makanan untuk santap siang bersama. Ada yang membawa nasi, mi goreng, ayam goreng, telur dadar dan lain-lain. Kali ini tersaji menu spesial. Ada karyawan baru dari Flores, ia membawa sayur rumpu rampe. Terdiri dari irisan daun beluntas, daun dan bunga pepaya, jantung pisang serta irisan daging. Terlihat sangat menggoda. Yoyun sangat tergiur untuk cepat menikmati. Namun, ia harus menahan diri. Sebelum makan bersama , selalu diawali dengan mensyukuri pemberianNya. Doa untuk keselamatan, kebahagiaan dan rezeki untuknya, ditutup dengan doa makan. Tanpa malu Yoyun langsung menyendok rumpu rampe dan langsung disuap. Tiba-tiba ia menjerit kepedasan dan mencari air minum. Air mata dan ingusnya mengalir deras menganak sungai. Tanpa sengaja ia mengunyah cabe yang belum tergiling dengan sempurna
#yoyuncomesback
#edisiultahyoyun
Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo, Siu Hong-Irene Tan, Maria Miguel
Catatan:
• Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
• Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
• Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
• Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
• Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
• Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/
Salam Literasi
Yoyun Comes Back (53)
RUMPU RAMPE
Albertha Tirta
Hari yang ditunggu-tunggu Yoyun akhirnya tiba. Hari yang selalu membahagiakan dan sangat istimewa dalam hidupnya. Teman-temannya semua menjadi baik dan penuh perhatian. Tidak ada satupun yang usil. Saat ia merayakan ulang tahun.
Kebiasaan merayakan hari ulang tahun, ia dapatkan setelah merantau ke ibu kota. Mamaknya hanya memperingati setiap hari weton. Yaitu putaran tiga puluh lima hari sejak kelahirannya. Dirayakan dengan sederhana. Nasi gudangan dan sebutir telur rebus menjadi menu andalan. Walau begitu, ia sudah sangat berbahagia. Semua dimaknai sebagai wujud kasih sayang orang tuanya.
Ada kebiasaan baik dari teman-temannya di tempat kerja. Mereka merayakan ulang tahun dengan masing-masing membawa makanan untuk santap siang bersama. Ada yang membawa nasi, mi goreng, ayam goreng, telur dadar dan lain-lain. Kali ini tersaji menu spesial. Ada karyawan baru dari Flores, ia membawa sayur rumpu rampe. Terdiri dari irisan daun beluntas, daun dan bunga pepaya, jantung pisang serta irisan daging. Terlihat sangat menggoda. Yoyun sangat tergiur untuk cepat menikmati. Namun, ia harus menahan diri. Sebelum makan bersama , selalu diawali dengan mensyukuri pemberianNya. Doa untuk keselamatan, kebahagiaan dan rezeki untuknya, ditutup dengan doa makan. Tanpa malu Yoyun langsung menyendok rumpu rampe dan langsung disuap. Tiba-tiba ia menjerit kepedasan dan mencari air minum. Air mata dan ingusnya mengalir deras menganak sungai. Tanpa sengaja ia mengunyah cabe yang belum tergiling dengan sempurna
#yoyuncomesback
#edisiultahyoyun
Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo, Siu Hong-Irene Tan, Maria Miguel
Catatan:
• Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
• Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
• Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
• Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
• Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
• Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/
Salam Literasi
Yoyun Comes Back (52)
#pentigraf_lepas
Yoyun Comes Back (52)
TITIPAN
Nita Anita
Yoyun sedang bungah hatinya, ada kabar baik baru diterima dari Mak Samirah. Sang induk semangnya dulu saat masih kuliah di Malang. Titipan keripik tempe cemilan kesukaan Yoyun akan dikirimkan siang ini. Tidak tahu kenapa, beberapa waktu ini pengen sekali nyemil keripik tempe dari Malang. Bak orang ngidam waktu hamil muda, demikianlah halnya Yoyun. Siang malam yang terbayangkan adalah gurihnya irisan tipis tempe berbalur tepung berbumbu itu. Renyahnya saat digigit, kemudian paduan rasa antara tempe dan bumbu, membuat Yoyun merem melek membayangkannya. Betapa baiknya Mak Samirah meski lama tak berkabar, hampir 6 tahun tak bersua, tapi tetap ada perhatian penuh padanya, seperti saat dulu.
Berselang tiga hari, setelah Yoyun capek menunggu kiriman yang dinanti, putus asa melanda. Dihiburnya hati dengan menyiram bunga dihalaman rumah. Rumah mungil nan asri yang ditata rapi, demi menunggu sang permaisuri yang kelak mendampinginya. Sebagai pegawai sebuah perusahaan ternama, Yoyun sudah siap lahir batin untuk menjadi seorang suami. Tinggal menunggu siapa yang dikirim Tuhan untuk menjadi istrinya. Tiba-tiba sebuah minibus berhenti tepat di depan rumahnya, tampaknya itu armada travel antar kota. Seorang gadis turun dari dalamnya, tubuhnya langsing namun berisi, tinggi semampai, rambut lurus sebahu, mengenakan blus warna kuning dipadu serasi dengan celana kulot, sungguh menghadirkan keindahan yang mempesona. Melangkah anggun ke arah pagar rumah Yoyun.
“Selamat sore, maaf apakah ini rumah Mas Yoyun?" Dengan sedikit gemetar karena gugup, Yoyun mengiyakan pertanyaan itu serta segera mempersilahkannya masuk. Di kursi rotan yang ada di teras rumah, mereka mulai berbincang. Gadis manis itu ternyata Dian, anak Mak Samirah. Dia diminta ibunya untuk mengantar pesanan keripik tempenya karena ibunya harus ke Kediri menjenguk cucunya. Sebagai permohonan maaf, dikirimkan juga bakso Malang komplit, dikemas khusus biar bisa dipanasi sebelum disantap. Yoyun menatap bibir indah Dian yang berucap lembut. Dan gawai Yoyun bergetar, ada pesan masuk, terbaca demikian, “Yoyun, titip Dian, adikmu ya, ada panggilan kerja untuknya di Jogja, tolong dibantu, Mak percaya padamu.” Pesan dari Mak Samirah ini, bak harta karun tiada tara. Dian yang dulu masih ingusan, kini menjelma menjadi bidadari mempesona. Ada harapan membuncah indah di hati Yoyun, pas di hari ulang tahunnya. Selamat ulang tahun Yoyun.
#yoyuncomesback
#edisiultahyoyun
Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo, Siu Hong-Irene Tan, Maria Miguel
Catatan:
• Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
• Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
• Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
• Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
• Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
• Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/
Salam Literasi
Yoyun Comes Back (52)
TITIPAN
Nita Anita
Yoyun sedang bungah hatinya, ada kabar baik baru diterima dari Mak Samirah. Sang induk semangnya dulu saat masih kuliah di Malang. Titipan keripik tempe cemilan kesukaan Yoyun akan dikirimkan siang ini. Tidak tahu kenapa, beberapa waktu ini pengen sekali nyemil keripik tempe dari Malang. Bak orang ngidam waktu hamil muda, demikianlah halnya Yoyun. Siang malam yang terbayangkan adalah gurihnya irisan tipis tempe berbalur tepung berbumbu itu. Renyahnya saat digigit, kemudian paduan rasa antara tempe dan bumbu, membuat Yoyun merem melek membayangkannya. Betapa baiknya Mak Samirah meski lama tak berkabar, hampir 6 tahun tak bersua, tapi tetap ada perhatian penuh padanya, seperti saat dulu.
Berselang tiga hari, setelah Yoyun capek menunggu kiriman yang dinanti, putus asa melanda. Dihiburnya hati dengan menyiram bunga dihalaman rumah. Rumah mungil nan asri yang ditata rapi, demi menunggu sang permaisuri yang kelak mendampinginya. Sebagai pegawai sebuah perusahaan ternama, Yoyun sudah siap lahir batin untuk menjadi seorang suami. Tinggal menunggu siapa yang dikirim Tuhan untuk menjadi istrinya. Tiba-tiba sebuah minibus berhenti tepat di depan rumahnya, tampaknya itu armada travel antar kota. Seorang gadis turun dari dalamnya, tubuhnya langsing namun berisi, tinggi semampai, rambut lurus sebahu, mengenakan blus warna kuning dipadu serasi dengan celana kulot, sungguh menghadirkan keindahan yang mempesona. Melangkah anggun ke arah pagar rumah Yoyun.
“Selamat sore, maaf apakah ini rumah Mas Yoyun?" Dengan sedikit gemetar karena gugup, Yoyun mengiyakan pertanyaan itu serta segera mempersilahkannya masuk. Di kursi rotan yang ada di teras rumah, mereka mulai berbincang. Gadis manis itu ternyata Dian, anak Mak Samirah. Dia diminta ibunya untuk mengantar pesanan keripik tempenya karena ibunya harus ke Kediri menjenguk cucunya. Sebagai permohonan maaf, dikirimkan juga bakso Malang komplit, dikemas khusus biar bisa dipanasi sebelum disantap. Yoyun menatap bibir indah Dian yang berucap lembut. Dan gawai Yoyun bergetar, ada pesan masuk, terbaca demikian, “Yoyun, titip Dian, adikmu ya, ada panggilan kerja untuknya di Jogja, tolong dibantu, Mak percaya padamu.” Pesan dari Mak Samirah ini, bak harta karun tiada tara. Dian yang dulu masih ingusan, kini menjelma menjadi bidadari mempesona. Ada harapan membuncah indah di hati Yoyun, pas di hari ulang tahunnya. Selamat ulang tahun Yoyun.
#yoyuncomesback
#edisiultahyoyun
Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo, Siu Hong-Irene Tan, Maria Miguel
Catatan:
• Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
• Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
• Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
• Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
• Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
• Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/
Salam Literasi
Yoyun Comes Back (51)
#pentigraf_lepas
Yoyun Comes Back (51)
TAKKAN TERLUPAKAN
Merry Srifatmadewi
Setengah paksa Yoyun berangkat untuk ketemuan di Jakarta. Ancaman dari Jenny tidak main-main bila Yoyun tidak mau ketemuan, putus hubungan pertemanan! Jenny akan datang khusus dari Australia di sela-sela kesibukannya. Hanya untuk menemui kawan spesial satu ini. Kawan yang selama ini telah mengisi hari-hari hidupnya lebih ceria. Yoyun yang dikenalnya selalu ceria. Jenny menanggung semua biaya akomodasi Yoyun pulang-pergi Tegal-Jakarta.
Hari dan waktu yang disepakati tibalah. Di Resto Enak Banget di salah satu mal daerah Jakarta-Barat. Yoyun memakai kemeja berwarna biru muda dan celana panjang hitam. Pakaian tersebut sebenarnya disimpan untuk acara lamaran bila Yoyun mendapatkan pasangan. Yoyun ingin tampil beda. Biasa Yoyun hanya mengenakan kaos kumal dengan celana pendek. Benar-benar Yoyun mempersiapkan diri berpenampilan terbaik. Rambut cukur rapi ala Brad Pitt, klimis, parfum bermerek, dan bersepatu mengkilap.
Setelah bertanya pada petugas keamanan tibalah Yoyun di resto yang disepakati. Jenny yang telah menunggu tersenyum pada Yoyun. Jenny memilih tempat di pojok, meja bundar dengan banyak kursi. Tak lama berselang makanan demi makanan keluar. "Wow, banyak sekali," kata Yoyun dalam hati sambil mendegut ludah. Perutnya sudah keroncongan dari Tegal belum sempat makan. Semua menggiurkan, cumi, lindung, mie ulang tahun, kangkung, sapi, ayam, kepiting, dan lain-lain. Apakah semua makanan ini untukku dan Jenny berdua? pikir Yoyun. Jenny mempersilakan Yoyun berdoa makan. Ketika Yoyun membuka matanya, terkejutlah melihat teman-teman pentigrafis telah mengelilinginya. Menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun sambil membawa kue ulang tahun. Air mata Yoyun mengalir bahagia.
Jakarta, 13 Juni 2019.
#yoyuncomesback
#edisiultahyoyun
Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo, Siu Hong-Irene Tan, Maria Miguel
Catatan:
• Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
• Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
• Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
• Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
• Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
• Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/
Salam Literasi
Yoyun Comes Back (51)
TAKKAN TERLUPAKAN
Merry Srifatmadewi
Setengah paksa Yoyun berangkat untuk ketemuan di Jakarta. Ancaman dari Jenny tidak main-main bila Yoyun tidak mau ketemuan, putus hubungan pertemanan! Jenny akan datang khusus dari Australia di sela-sela kesibukannya. Hanya untuk menemui kawan spesial satu ini. Kawan yang selama ini telah mengisi hari-hari hidupnya lebih ceria. Yoyun yang dikenalnya selalu ceria. Jenny menanggung semua biaya akomodasi Yoyun pulang-pergi Tegal-Jakarta.
Hari dan waktu yang disepakati tibalah. Di Resto Enak Banget di salah satu mal daerah Jakarta-Barat. Yoyun memakai kemeja berwarna biru muda dan celana panjang hitam. Pakaian tersebut sebenarnya disimpan untuk acara lamaran bila Yoyun mendapatkan pasangan. Yoyun ingin tampil beda. Biasa Yoyun hanya mengenakan kaos kumal dengan celana pendek. Benar-benar Yoyun mempersiapkan diri berpenampilan terbaik. Rambut cukur rapi ala Brad Pitt, klimis, parfum bermerek, dan bersepatu mengkilap.
Setelah bertanya pada petugas keamanan tibalah Yoyun di resto yang disepakati. Jenny yang telah menunggu tersenyum pada Yoyun. Jenny memilih tempat di pojok, meja bundar dengan banyak kursi. Tak lama berselang makanan demi makanan keluar. "Wow, banyak sekali," kata Yoyun dalam hati sambil mendegut ludah. Perutnya sudah keroncongan dari Tegal belum sempat makan. Semua menggiurkan, cumi, lindung, mie ulang tahun, kangkung, sapi, ayam, kepiting, dan lain-lain. Apakah semua makanan ini untukku dan Jenny berdua? pikir Yoyun. Jenny mempersilakan Yoyun berdoa makan. Ketika Yoyun membuka matanya, terkejutlah melihat teman-teman pentigrafis telah mengelilinginya. Menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun sambil membawa kue ulang tahun. Air mata Yoyun mengalir bahagia.
Jakarta, 13 Juni 2019.
#yoyuncomesback
#edisiultahyoyun
Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo, Siu Hong-Irene Tan, Maria Miguel
Catatan:
• Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
• Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
• Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
• Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
• Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
• Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/
Salam Literasi
Langganan:
Postingan (Atom)





