Minggu, 16 Juni 2019

Yoyun Comes Back (61)

#pentigraf_lepas
Yoyun Comes Back (61)
RESTU
Dewi Mudatama

Puluhan gadis telah dipacari Yoyun sejak kuliah hingga kini usianya hampir menginjak kepala empat. Yoyun selalu mencoba melupakan para kekasihnya yang sudah pernah diajaknya bertemu mama. Mamanya pasti menggelengkan kepala tanda tak setuju sebelum Yoyun mengutarakan niatnya. Jika mamanya sudah menggelengkan kepala berarti kandaslah hubungan Yoyun. “Harus diakhiri, karena mama tak merestui,” terang Yoyun pada para kekasihnya bagai hapalan mantra putus. Para kekasihnya pun seakan terbius oleh mantra itu, hanya pasrah dan tak perlu memperjuangkan hubungan tanpa restu orang tua. Hubungan pun harus diakhiri sesegera mungkin, secepat menghabiskan sepiring Nasi Ponggol khas Tegal ketika lapar.

Mama Yoyun semakin tua dan tubuhnya yang rapuh sering sakit-sakitan. Sebagai anak tunggal Yoyun yang hidup hanya berdua dengan mamanya, maka ia tak lagi berpikir untuk mencari kekasih pendamping hidupnya. Waktunya dibaktikan untuk merawat mama tersayang yang keluar masuk rumah sakit, hampir setiap bulan selalu ada hari yang terlewati di ruang ICU. Pada saat menyeka dahi mama yang sedang tertidur di bangsal sebuah rumah sakit, tiba-tiba Yoyun ingin sekali bertanya mengapa mama selalu menggelengkan kepala kepada setiap kekasih yang dibawanya pulang ke Tegal. Pertanyaan itu sebenarnya sudah ingin disampaikannya kepada mama, namun entahlah setiap kali akan bertanya ada saja yang yang membuatnya lupa. Kali ini dia bertekad tak akan lupa untuk bertanya, namun tiba-tiba mama gelisah yang teramat sangat, tubuhnya bergerak-gerak dan mengigau terus menerus, Dokter memberikan obat penenang yang membuat tubuh mama yang lemah tertidur berhari-hari. Tidur mama terus berlanjut dari bangsal menuju ICU hingga mama telah berpulang sebelum Yoyun bertanya dan mendapatkan jawabannya

Lebaran kali ini tak seperti lebaran tahun-tahun sebelumnya, Yoyun menggandeng tangan Marni menuju pusara mama untuk menaburkan bunga dan berdoa. Marni sahabatnya dari SD hingga SMA, bertemu kembali pada acara buka puasa bersama sekaligus reuni SMA. Marni setelah lulus SMA pindah ke Kalimantan dan jarang sekali pulang ke Tegal. Sambil menikmati Kupat Blengong dan Teh Poci, Marni dan Yoyun bernostalgia masa-masa sekolah mereka. Benih-benih cinta masa remaja pun kembali bermekaran. Mama Marni adalah sahabat mama Yoyun dan keluarga mereka memang sudah cukup dekat. Dalam mimpi Yoyun, mama mengangguk dan tersenyum bahagia.

#yoyuncomesback

Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo, Siu Hong-Irene Tan, Maria Miguel, Stella Christiani Ekaputri Widjaja, Dewi Mudatama

Catatan:
• Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
• Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
• Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
• Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
• Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
• Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/

Salam Literasi

Yoyun Comes Back (60)

#pentigraf_lepas
Yoyun Comes Back (60)
MENGGAPAI IMPIAN
Robertus Sutartomo

Yoyun gelisah dengan cap kejombloannya. Yang pasti tidak enak dengan sebutan tersebut. Bahkan ada yang memanggilnya "Yunblodi". Yoyun jomblo abadi, kata mereka. Memang kalau mau melepas gelar itu sebenarnya tak sulit. Tinggal pilih yang gadis atau janda cantik yang ia tahu naksir padanya. Itu menunjukkan kalau ia punya daya tarik dan keistimewaan. Tapi salahlah kalau ia masih mencari pasangan idamannya?

Ria, tetangganya cukup cantik. Jika dipoles dengan busana yang up to date dan sedikit make up, pasti muncul auranya. Ria masih TK saat Yoyun sudah SMP. Ia sangat manja padanya. Lima tahun yang lalu saat Yoyun mudik ke kampung halamannya, Ria sudah beranjak dewasa. Kulitnya bersih, langsing, walau matanya agak sipit. Maka Yoyun sekarang rajin menabung. Tabungannya cukup untuk melamar Ria dan mengadakan resepsi pernikahan sederhana. Itu tekadnya. Melalui pertimbangan yang matang, Ria memang pantas sebagai istri, pendamping, dan ibu dari anaknya nanti. Yoyun tersenyum membayangkannya. Apalagi memang ada getaran cinta tatkala rekteasi bersama dan mandi air hangat di pemandian wisata GUCI. "Aku tahun depan harus tidak jomblo lagi..." kata Yoyun dalam hati.

Cuti tahunan tahun ini akan Yoyun manfaatkan untuk melamar Ria. Persiapannya dirasakan sudah matang dan logis. Sore itu setelah mandi dan berdandan rapi, Yoyun bersiul-siul riang. Ia puas dan bangga lihat penampilannya lewat kaca almari pakaian. Dengan langkah yang gagah, ia berjalan ke rumah orang tua Ria. Setelah ngobrol beberapa saat, Yoyun pura-pura bertanya: "Kok sepi ya pak.. Biasanya kan ramai oleh Ria dan adiknya dengan candanya...?" Kedua orang tua Ria tak menjawabnya. Bahkan wajahnya menunduk serta matanya berkaca-kaca. Ada rasa sedih yang mendalam tergantung di wajah mereka. Kemudian mereka bercerita, Ria telah berpulang ke haribaan-Nya. Penyakit DB (demam berdarah) telah merenggutnya. Nyawanya tak tertolong saat tiga hari berada di rumah sakit. Yoyun pun jadi lemas lunglai. Hanya ia berharap jangan sampai pingsan.

Solo, 11 Juni 2019

#yoyuncomesback

Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo, Siu Hong-Irene Tan, Maria Miguel, Stella Christiani Ekaputri Widjaja

Catatan:
• Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
• Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
• Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
• Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
• Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
• Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/

Salam Literasi

Sabtu, 15 Juni 2019

Yoyun Comes Back (59)

#pentigraf_lepas
Yoyun Comes Back (59)
MIMPI YANG TERWUJUD
Siu Hong (Irene Tan)

Pagi ini Yoyun sudah terlihat rapi. Sekali lagi dia mematut diri di depan cermin. Gagah dengan sedikit kumis ala Charles Bronson, aktor kesayangan emak. Yoyun bergegas menuju meja sarapan. Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Biasanya emak selalu memasak menu istimewa, misoa ulang tahun dengan dua telur rebus. Tapi tidak dengan hari ini, tak ada misoa. Emak sedang duduk menikmati roti panggang sambil membaca koran pagi. Di atas meja hanya ada secangkir kopi dan setangkup roti. Sepertinya emak lupa kalau hari ini adalah ulang tahun Yoyun. Emakku sudah mulai tua batinnya.

TB. Makmur ramai sekali dengan pembeli, lebih dari biasa. Seharian Yoyun sibuk, tapi tidak lupa tentang mimpi pelesir ke Korea dan misoa. Semangat kerja semakin terpacu, mimpi itu harus terwujud sebelum emak pikun. Bedug magrib bertalu-talu, Yoyun segera menyelesaikan catatannya. Sebelum beranjak pulang, diraih sebuah amplop putih, surat tagihan yang belum sempat dibukanya. Niat hati menyelesaikan tagihan tersebut dari rumah lewat e-banking. Derit pintu pagar saat dibuka Yoyun mengusik sore yang sunyi. Lampu rumah belum menyala, emak sedang pergi. Ulang tahun yang paling sepi, tak ada satupun ucapan dari sahabatnya. Ada rasa kecewa bercampur heran. Yoyun beranjak mandi, menepis segala kesedihan.

Sayup-sayup terdengar riuh suara nyayian Selamat Ulang Tahun, lagu dari Jamrud. Yoyun menajamkan pendengarannya, segera memakai kaos oblong putih dan membuka pintu kamar. Emak menyambut dengan peluk cium, berbaris rapi di belakang emak semua sahabatnya. Satu persatu mengucapkan selamat ulang tahun. Seketika rumah menjadi meriah, meja sudah penuh dengan makanan kesukaan Yoyun, ada semangkuk misoa. Hati Yoyun bersorak gembira, apalagi ketika membuka amplop yang tadi dibawanya. Bukan tagihan, tetapi bonus dari pabrik besi. Dua lembar tiket liburan ke Bali lengkap dengan akomodasi hotel bintang lima. Lengkap sudah kebahagiaan Yoyun, bisa mengajak emak pelesir. Dan yang terpenting, emak masih sehat. Direngkuhnya bahu emak dengan penuh rasa sayang.

#yoyuncomesback
#edisiultahyoyun

Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo, Siu Hong-Irene Tan, Maria Miguel, Stella Christiani Ekaputri Widjaja

Catatan:
• Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
• Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
• Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
• Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
• Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
• Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/

Salam Literasi

Yoyun Comes Back (58)

#pentigraf_lepas
Yoyun Comes Back (58)
RENDANG DARI CORINA
Stella Christiani Ekaputri Widjaja

Yoyun memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya dan kembali ke Indonesia. Beberapa bulan lalu saat kontrak kerjanya di sebuah pabrik keju di Italia hampir habis, dia melihat iklan lowongan sebagai baby sitter untuk dua anak laki-laki. Tanpa pikir panjang diputuskannya untuk melamar karena dia akan mendapatkan tempat tinggal dan makanan gratis. Itu artinya dia bisa menghemat tabungannya. Saat dia tiba di alamat yang tertera di iklan, seorang wanita cantik bernama Corina mewawancarainya dengan serius. Yoyun akhirnya diterima.

Tidak butuh waktu lama bagi Yoyun untuk jatuh cinta pada Alfonso dan Richardo. Mereka adalah anak-anak yang menyenangkan. Masalahnya kemudian dia juga jatuh cinta pada ibu mereka. Corina adalah seorang wanita karir, tapi dia juga sangat keibuan. Dia selalu menyempatkan bermain dan membacakan cerita pengantar tidur untuk kedua anaknya. Dia juga periang dan memiliki senyum yang manis. Sayangnya, Yoyun punya saingan berat. Seorang teman kerja Corina bernama Eduardo sering berkunjung dan mengajak wanita berlesung pipit itu pergi. Yoyun merasa dia takkan mampu bersaing dengan pria tampan dan mapan seperti Eduardo.

Corina sangat terkejut ketika Yoyun mengajukan pengunduran dirinya. Saat dia menanyakan alasannya, Yoyun memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya pada wanita yang sudah merebut hatinya itu. Di luar dugaan Corina menerima cintanya. Dia lebih terperangah lagi ketika Corina memberinya ucapan selamat ulang tahun. Karena galau, dia melupakan hari ulang tahunnya sendiri. Corina ternyata sudah membelikan beberapa masakan khas Indonesia seperti rendang dan gudeg untuk merayakan hari jadi Yoyun. Segera setelah pesta makan malam usai, Yoyun membuka Facebook dan mengubah statusnya menjadi 'in a relationship'.

#yoyuncomesback
#edisiultahyoyun

Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo, Siu Hong-Irene Tan, Maria Miguel, Stella Christiani Ekaputri Widjaja

Catatan:
• Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
• Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
• Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
• Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
• Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
• Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/

Salam Literasi

Yoyun Comes Back (57)

#pentigraf_lepas
Yoyun Comes Back (57)
ULANG TAHUN BERSAMA TANTE NYINYIR
Jenny Seputro

Di desa Yoyun ada seorang wanita setengah baya bernama tante Lisa. Nama bekennya tante Nyinyir karena sifatnya yang judes dan kikir. Tidak ada seorang pun yang cocok dengannya kecuali Yoyun. Sebenarnya Yoyun juga terpaksa. Berhubung pengangguran, Yoyun membutuhkan upah minimal yang diberikan tante Nyinyir untuk kerja serabutan di rumahnya. Mengurus kebun, menambal genting bocor, mencuci mobil, menguras kamar mandi, atau jadi kuli angkut barang-barang belanjaan sepasar. Seperti hari ini, tante Nyinyir minta Yoyun menemaninya belanja ke mal. Sepertinya dia mau memborong lagi. Padahal hari ini Yoyun berulang tahun. Sedihnya, semua teman-temannya sibuk bekerja. Daripada manyun sendirian, Yoyun terpaksa mengiyakan permintaan tante Nyinyir.

Tak disangka tante Nyinyir ingat itu hari ulang tahun Yoyun. Yoyun sudah semangat ditraktir ketika ternyata tante mengajaknya sarapan ke warung bubur Bang Ali. Setelah itu mereka mulai menjelajahi toko demi toko. Gibran, putra tunggal tante yang ada di perantauan, punya potongan tubuh yang hampir sama dengan Yoyun. Karena itulah tante menjadikan Yoyun modelnya hari itu. Yoyun disuruh mencoba berbagai kemeja mahal dan celana jins untuk dipilihnya. Yoyun menatap bayangannya di cermin sambil membatin, kapan dia bisa pakai baju keren dan mewah seperti ini. Tante juga memborong berbagai makanan khas daerah dari pusat kuliner tradisional. Jajanan seperti bika ambon Medan, ikan sepat goreng khas Banjarmasin, wingko babat Semarang, dan banyak lagi yang membuat Yoyun menelan air liur. Kalau Gibran mau pulang, persiapannya luar biasa sekali. Yoyun mulai terseok-seok membawa lima buah kantong besar belanjaan.

Namun di luar dugaan Yoyun, tante Nyinyir mengajaknya makan siang di sebuah restoran mewah. Yoyun boleh memilih menunya sendiri. Yoyun memanfaatkan kesempatan itu untuk makan hidangan yang mahal-mahal. Tak lupa asinan bogor yang sudah diidamkannya sejak lama. Setelah itu tante juga memberinya uang, tiga kali lipat upah biasanya. Katanya untuk menraktir teman-teman di hari ulang tahunnya. Tak hanya itu, semua belanjaan hari itu ternyata bukan untuk Gibran, melainkan sebagai hadiah untuk Yoyun. Rupanya tante merasa Yoyun begitu baik padanya dan sudah dianggap seperti anaknya sendiri. Yoyun sangat terharu, ingin dipeluknya si tante kalau tidak ingat ini tempat umum. Sampai di rumah, Yoyun memutuskan untuk menyimpan saja uangnya tadi daripada menraktir teman-temannya. Toh dia sendiri sudah kenyang dengan menu mewah tadi. Dibongkarnya hadiahnya sambil senyum-senyum. Ini ulang tahunnya yang terindah bersama tante Nyinyir, eh, tante Lisa.

#yoyuncomesback
#edisiultahyoyun

Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo, Siu Hong-Irene Tan, Maria Miguel, Stella

Catatan:
• Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
• Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
• Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
• Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
• Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
• Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/

Salam Literasi

Yoyun Comes Back (56)

#pentigraf_lepas
Yoyun Comes Back (56)
ULANG TAHUN
Ken Agnibaya


Tak ada yang lebih mengenaskan bagi Yoyun selain hari ulang tahun. Bertambah usia berarti bertambah tekanan. Iya, orang tua, saudara, tetangga, bahkan tetangganya tetangga akan semakin berkasak-kusuk tentang dia. Yoyun, seorang pria cukup usia, jebolan Jakarta, berharta, hingga saat ini belum menyunting siapapun untuk dijadikan pendamping hidupnya. Yoyun duduk di tepi ranjang sambil memandangi layar gawainya.

Malam itu hujan turun begitu deras. Tak ada pelarian lain dari kesedihan Yoyun kecuali gawai itu. Ia membuka cerita teman-teman tentang dirinya di grup menulis di facebooknya. Ia selalu di bully dan dibuat lucu-lucuan. Namun, semua itu terasa indah saat ini. Yoyun yang selama ini merasa sendiri dan selalu tak beruntung ternyata mampu membuat mereka bercerita. Yoyun terus membaca dan membaca hingga ia tertidur.

Pagi harinya, Yoyun terbangun karena mendengar suara berisik di ruang tamu. Ada cengkerama dan tawa. Masih dengan mengantuk, Yoyun melangkah ke ruang tamu. Betapa terkejutnya ia mendapati teman-temannya; Agust, Jenny, Merry, There, Gen, Sylvia, Albertha, dan beberapa lainnya sudah menunggunya. Yoyun tercekat karena sangat terharu. Ia tak menyangka mereka akan datang ke desa kecil itu hanya untuk merayakan ulang tahunnya. Agust mengulurkan tangan ke arah Yoyun sambil memberikan kue ulang tahun bertuliskan "KAMI BAWAKAN JODOH UNTUKMU". Semua nampak gembira, sementara itu Yoyun berkaca-kaca. Derita sebagai jomblo sebentar lagi akan berakhir, dan itu karena teman-teman yang begitu memperhatikannya. Bersamaan dengan itu, Gen membawa masuk seorang gadis cantik yang dulu pernah singgah di hati Yoyun. Ia terkejut. Ia sangat mengenali gadis itu. Ria, gadis berjakun yang pernah membuatnya hampir hilang kesadaran. Belum sempat berpikir panjang, Ria menjabat tangan Yoyun sambil berbisik lembut, "Met ultah ya mas. Mas tenang aja... Aku udah operasi kok!”

#yoyuncomesback
#edisiultahyoyun

Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo, Siu Hong-Irene Tan, Maria Miguel


Catatan:
• Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
• Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
• Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
• Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
• Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
• Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/

Salam Literasi

Jumat, 14 Juni 2019

Yoyun Comes Back (55)

#pentigraf_lepas
Yoyun Comes Back (55)
KEJUTAN BAGI YOYUN
Bun Siaw Yen

Sepanjang hari ini hati Yoyun diwarnai mendung, padahal hari ini ulang tahunnya. Tapi sepertinya tak seorang pun yang mengingat hal itu. Malah sedari pagi, sang ibu sudah mengomelinya karena telat bangun. Setibanya kantor, Yoyun kembali diomeli, kali ini oleh manjernya karena laporan yang diminta belum juga selesai. Bahkan OB yang biasanya ramah dan sering menawarinya gorengan, tiba-tiba memasang wajah tak mengenakkan. Yoyun semakin sedih ketika sang manajer bilang ada kesalahan fatal yang telah dibuat oleh Yoyun. Setelah makan siang Yoyun harus segera membereskannya atau menerima SP 1. Tentu saja Yoyun panik bukan kepalang, hal itu yang paling dia takutkan. SP 1 berarti kinerjanya diragukan dan itu berpengaruh pada kenaikan gaji juga bonusnya.

Hati Yoyun makin kebat-kebit ketika bosnya ikut meneriakinya dengan wajah penuh amarah. “Yoyun, kamu temui klien yang sudah bikin saya pusing. Minta maaf dan bawa paket ini sebagai permintaan maaf.” Yoyun mengiyakan tanpa sanggup bersuara, hanya mengangguk yang mampu dilakukannya. Dengan berjalan lunglai, dibawanya paket yang diletakkan dalam kantong kertas bermotif batik. Sepanjang perjalanan ke tempat klien, hatinya sibuk merapalkan doa, memohon pertolonganNya. Begitu sampai di kantor klien itu, Yoyun menarik napas panjang. Jujur dia takut, kalau sampai klien besar ini menolak maafnya, bisa tamat kariernya. Tak hanya SP 1 yang akan diterima, tapi surat pemecatan. Yoyun tak sanggup membayangkannya, ibunya pasti akan memakinya sebagai anak tak berguna.

“Pak Yoyun? Mari ikut saya,” sapa seorang gadis berseragam dengan logo nama perusahaan klien di dadanya. Yoyun heran, karena gadis itu mengarahkannya ke restoran yang ada di sebelah kantornya. Dia disuruh menunggu di suatu ruangan kosong. Kepalanya makin dipenuhi banyak tanda tanya. Yoyun menunggu sekitar setengah jam, lalu seorang pelayan memintanya ikut ke ruangan lain. Dengan penuh kebingungan Yoyun mengikuti si pelayan dan dipersilakan memasuki ruangan yang dituju. Begitu pintu terbuka, tiba-tiba terdengar seruan meriah diiringi suara terompet bersahutan, ”Kejutan...!” Di dalam sudah ada sebagian karyawan kantor, manajer dan bosnya, bahkan ibunya ikut meniup terompet. Yoyun melongo melihat mereka semua, dia masih bingung. Setelah manajernya menjelaskan kalau semua yang terjadi hari itu adalah rekayasa, baru dia paham. Hatinya bahagia, ternyata ulang tahunnya masih diingat, bahkan paket yang katanya untuk klien adalah kado yang berisi gawai impiannya.

#yoyuncomesback
#edisiultahyoyun

Penulis yang sudah berpartisipasi
Agust Wahyu, Robertus Sutartomo, Genoveva Dian, Albertha Tirta, Bun Siaw Yen, Jenny Seputro, Budi Hantara, Agustinus Warsito, Merry Srifatmadewi, Agnes Kinasih, Waty Sumiaty Halim, Sylvia Marsidi, Ken Agnibaya, Theresia, Agusanna Ernest, Nita Anita, Yosep Yuniarto, Galuh Purwaningdyah, Nunik Tyas, Yanie Wuryandari, Hery Sujatmo, Siu Hong-Irene Tan, Maria Miguel

Catatan:
• Pentigraf atau penagraf ini merupakan cerita lepas judul " Yoyun Comes Back" yang menghadirkan tokoh utama Yoyun, laki-laki sederhana dan lugu dari pinggiran kota Tegal.
• Siapa saja boleh menyumbangkan tulisan di sini, tentunya dengan pesan-pesan positif yang menyejukkan.
• Pentigraf atau penagraf dapat dikemas dengan sedih, humor, dan sebagainya.
• Bagi yang beminat dapat dikirim lewat inboks ke Agust Wahyu jangan lupa paling bawah tulis #yoyuncomesback
• Semua karya akan diedit/direvisi penulis bila ada kekurangan dengan beberapa masukan dari Agust Wahyu dan teman-teman sekalian
• Bagi Anda yang ingin membaca lengkap pentigraf atau penagraf lepas ini dapat dilihat di https://anggrek-white.blogspot.com/
Salam Literasi